Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 September 2020•Update: 22 September 2020
Benjamin Takpiny
JUBA, Sudan Selatan
Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudan mengatakan komunitas internasional harus mendukung Sudan sementara negara itu menyelesaikan kesepakatan damai.
“Kesepakatan damai akan ditandatangani pada 3 Oktober dan ini akan menjadi pesan yang sangat penting kepada duta besar kami di Juba dan negara-negara sahabat, agar mereka dapat berinvestasi dalam mendukung proses perdamaian di Republik Sudan,” kata Deng Dau Deng akhir pekan lalu.
Sudan akan menandatangani kesepakatan itu di Khartoum bulan depan.
“Ini waktu yang tepat. Implementasi perdamaian akan membutuhkan dukungan dana dan keahlian untuk melakukan rehabilitasi, rekonstruksi infrastruktur fisik dan sosial yang rusak akibat perang," ujar dia.
Kesepakatan itu, tambah dia, memberikan kesempatan seumur hidup bagi rakyat Sudan untuk melupakan perang yang berlangsung selama bertahun-tahun dan memulai pembangunan sambil mengatasi akar penyebab mendasar dari konflik tersebut.
Wakil Menteri Pertahanan dan Urusan Veteran Malek Ruben mengatakan pemerintah dan berbagai kelompok sepakat dengan jelas tentang poin-poin kepentingan nasional.
“Semua pihak dianggap bersama-sama menyepakati isu-isu kebangsaan yang meliputi identitas, kebebasan publik, hak asasi manusia, pemisahan agama dari negara, proses pembuatan konstitusi, distribusi kekuasaan dan kekayaan, serta keadilan dan kesetaraan sosial," ungkap Ruben.
Sudan Selatan telah menawarkan untuk menengahi pihak-pihak yang terlibat dalam krisis sejak kerusuhan menyebabkan penggulingan Presiden Omar Bashir pada April 2019.