Maria Elisa Hospita
11 Desember 2020•Update: 11 Desember 2020
Benjamin Takpiny
JUBA, South Sudan
Sudan Selatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan rencana aksi nasional 2020-24 yang bertujuan memperkuat sistem perawatan kesehatan negara itu dalam menanggapi wabah penyakit.
Olushayo Olu, representatif WHO untuk Sudan Selatan, mengatakan bahwa membangun sistem perawatan kesehatan yang kuat akan memungkinkan pemerintah untuk menanggapi wabah penyakit secara komprehensif.
"Kami telah menangani berbagai wabah [penyakit]. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk memperkuat sistem kami," kata Juba pada Kamis.
Rencana Aksi Nasional untuk Jaminan Kesehatan diperkirakan menelan biaya sekitar USD70 juta untuk periode lima tahun.
Wakil Menteri Kesehatan Sudan Selatan Mayen Machut Achiek mengatakan negaranya membutuhkan lebih banyak dukungan untuk menanggapi wabah penyakit besar.
“Kami ingin mendapat dukungan untuk membangun sistem kesehatan yang kuat. Yang kami lakukan hari ini adalah manajemen risiko," jelas dia.
Dia menambahkan bahwa menggalang dana untuk mendukung kesehatan sangat penting.
Menteri Urusan Kabinet Martin Elia Lomuromengatakan pemerintah ingin memperbaiki infrastruktur kesehatan yang buruk, sumber daya manusia, dan tingkat kesiapsiagaan.
"Keamanan kesehatan adalah pendekatan holistik. Kami ingin mendorong kaum muda dalam memimpin rencana ini. Pandemi Covid-19 telah memberikan banyak pelajaran," kata Lomuro.