Astudestra Ajengrastrı
26 Juli 2018•Update: 27 Juli 2018
Murat Temizer
ANKARA
Mantan Duta Besar AS untuk Uni Eropa yang menjabat pada 2014-2017, pada Kamis meragukan rencana AS untuk menambah pengiriman gas alam cair (liquified natural gas/LNG) ke UE.
"Ide untuk menambah pengiriman LNG AS ke UE dalam jumlah besar tidak masuk akal," ujar Anthony Gardner.
Melalui akun Twitter-nya, Gardner mengatakan LNG dari AS tidak akan bisa bersaing harga bila dibandingkan dengan gas yang dikirim dengan pipa.
Cuitan ini dibuatnya setelah pertemuan antara AS dan Uni Eropa pada Rabu, di mana Presiden AS Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengumumkan pakta perdagangan baru telah disetujui.
Setelah pertemuan itu, Juncker berkata AS akan membangun terminal-terminal baru untuk memfasilitasi impor UE atas LNG dari AS.
"Ini juga merupakan pesan bagi yang lain," tukas Juncker, kemungkinan menyindir Rusia.
Trump pada Rabu berkata UE akan menjadi "pembeli yang sangat, sangat besar" dari LNG dari AS. Dia juga berkata AS akan mempermudah Brussels membeli LNG "sehingga mereka akan bisa melakukan diversifikasi suplai energi, yang sangat ingin mereka lakukan, dan kami memiliki banyak".
Selama lima tahun terakhir, AS telah berusaha meningkatkan ekspor LNG, kerap kali bersaing langsung dangan Rusia.
Rusia memenuhi sekitar 40 persen kebutuhan gas alam UE melalui pipa pada 2017.
Pada 2017, ekspor gas Rusia ke Eropa, termasuk Turki, mencapai 194 juta kubik meter (bcm) -- rekor tertinggi dari sebelum-sebelumnya.
AS bertujuan meningkatkan LNG ke pasar gas Eropa, dan untuk mencapai tujuan tersebut, AS berencana membangun terminal-terminal LNG.