Maria Elisa Hospita
26 Juli 2018•Update: 27 Juli 2018
Alex Jensen
SEOUL
Media propaganda Korea Utara pada Kamis memperingatkan bahwa Semenanjung Korea bisa "bergerak ke ambang bencana perang" kecuali jika Amerika Serikat setuju mengakhiri Perang Korea 1950-53 secara resmi.
Peringatan itu disampaikan saat malam peringatan 65 tahun gencatan senjata. Sebuah kesepakatan gencatan senjata ditandatangani oleh AS, Korea Utara, dan Tiongkok, guna menghentikan konflik untuk sementara waktu.
"Tidak ada jaminan praktis bahwa eskalasi ketegangan tidak akan terulang lagi selama status gencatan senjata masih ada," kata sebuah komentar di situs Uriminzokkiri.
AS telah berulang kali menegaskan bahwa perjanjian damai resmi hanya akan menguntungkan Korea Utara.
Sementara pihak Utara memandang perjanjian itu sebagai jaminan keamanan AS, Washington menegaskan bahwa Pyongyang harus menunjukkan komitmennya sendiri untuk denuklirisasi total -- khususnya karena perjanjian perdamaian bisa melemahkan posisi militer AS di semenanjung itu.
Situasi semakin rumit karena pada April, Korea Utara-Selatan sepakat untuk secara resmi mengakhiri perang mereka, setidaknya akhir tahun ini.