Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 Desember 2019•Update: 08 Desember 2019
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Taliban memulai kembali pembicaraan damai formal dengan Amerika Serikat di ibu kota Qatar, Doha, pada Sabtu.
Kelompok pemberontak Afghanistan itu mengkonfirmasi dialog damai tersebut dalam sebuah pernyataan.
Suhail Shaheen, juru bicara kantor Taliban di Qatar, mengatakan melalui media sosial bahwa Mualla Baradar Akhund, wakil ketua kelompok itu, memimpin delegasi Taliban.
"Pembicaraan dengan tim perunding AS dimulai dari bagian yang terhenti [pada dialog sebelumnya]," ujar dia.
Shaheen menambahkan bahwa rancangan perjanjian telah dibahas dan pembicaraan akan dilanjutkan pada Minggu.
Anas Haqqani, pemimpin Jaringan Haqqani - afiliasi Taliban - yang baru-baru ini dibebaskan, juga berpartisipasi dalam pembicaraan itu.
Sejumlah analis dan pejabat mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa masalah pelik gencatan senjata akan mendominasi pembicaraan baru antara AS dan Taliban untuk usulan kesepakatan perdamaian di Afghanistan.
Menurut Departemen Luar Negeri AS, utusan AS Zalmay Khalilzad akan bergabung kembali dengan pembicaraan Taliban untuk membahas langkah-langkah yang dapat mengarah pada negosiasi intra-Afghanistan dan penyelesaian damai perang selama 18 tahun, khususnya pengurangan kekerasan yang mengarah ke gencatan senjata.
Namun, penasihat presiden Afganistan Omer Daudzai mengkritik pendekatan Khalilzad dalam pembicaraan tersebut.
“Saya bingung dengan tujuan #US4AfghanPeace Mr. Khalilzad untuk mengurangi kekerasan. Apakah itu berarti dari 100 korban per hari menjadi 90?” cuit Daudzai di media sosial.
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dalam kunjungan kejutan perayaan Thanksgiving ke pasukan AS di Afghanistan.
Trump mengklaim pemerintahannya telah memulai kembali perundingan damai dengan Taliban dan kelompok gerilyawan itu ingin mempertimbangkan gencatan senjata, sebuah Klaim yang membingungkan sebagian besar pengamat.
Khalilzad bertemu dengan perwakilan pemerintah Afghanistan dan para pemimpin Afghanistan lainnya di Kabul pada Rabu, sebagai bagian dari diplomasi ulang-aliknya yang diperbarui untuk perdamaian sebelum berangkat ke Qatar.