Safvan Allahverdi
09 Juni 2018•Update: 10 Juni 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Satu prajurit pasukan khusus Amerika Serikat tewas dan empat lainnya terluka Jumat dalam serangan oleh militan al-Shabab di Somalia selatan, Komando Afrika AS (Africom) mengumumkan dalam siaran pers.
Seorang anggota "pasukan mitra" juga terluka, pernyataan itu menambahkan.
Anggota Pasukan Keamanan Nasional Somalia (SNSF), Pasukan Pertahanan Kenya (KDF) dan pasukan AS melakukan operasi gabungan di kota Jubaland ketika mereka menghadapi tembakan mortir dan senjata ringan.
"Sebuah pasukan besar yang terdiri dari sekitar 800 pasukan dari SNSF dan KDF melakukan operasi selama beberapa hari sekitar 350 kilometer barat daya Mogadishu ketika serangan itu terjadi," kata Africom.
"Tujuan misi itu adalah untuk membersihkan al-Shabab dari daerah-daerah yang diperebutkan, membebaskan desa-desa dari kontrol al-Shabab dan membentuk pos tempur permanen yang dirancang untuk meningkatkan jangkauan keamanan dan pemerintahan Pemerintah Federal Somalia (FGS)," katanya menambahkan.
Para tentara Amerika memberikan nasihat, bantuan, dan pengawasan udara selama menjalankan misi.
Salah satu tentara AS yang terluka menerima perawatan medis di lapangan sementara tiga lainnya dan anggota pasukan mitra yang cedera secara medis dievakuasi untuk menerima perawatan tambahan.
Nama-nama korban tidak diumumkan menunggu pemberitahuan dari keluarga terdekat.
Presiden AS Donald Trump mengizinkan serangan udara di Somalia segera setelah dia menjabat. Ada sekitar 500 pasukan AS dan dua markas militer di sana.
Pasukan AS telah bekerja dengan pemerintah Somalia untuk memerangi kelompok teror Al-Shabab, yang secara terbuka membanggakan aliansinya dengan al-Qaeda dan telah memerangi pemerintah Somalia yang diakui secara internasional untuk menguasai negara itu sejak kelompok militan digulingkan dari Mogadishu pada tahun 2011, oleh pasukan pimpinan Uni Afrika.