Betul Yuruk
NEW YORK
Turki dan Aljazair telah menyerukan sidang darurat Majelis Umum PBB (UNGA) untuk membahas dan memberikan suara pada rancangan resolusi tentang perlindungan Palestina.
Sesi ini diminta oleh Turki sebagai istilah Presiden Organisasi Kerjasama Islam (OIC) dan Aljazair atas nama Arab melalui sebuah pernyataan bersama mengatakan Jumat.
Pernyataan itu dikeluarkan setelah pertemuan antara Presiden UNGA Miroslav Lajcak dan utusan Turki untuk PBB Feridun Sinirlioglu, bersama dengan perwakilan permanen Aljazair, Bangladesh, Senegal, Mesir dan Palestina di PBB.
Tanggal untuk pertemuan darurat akan diumumkan dalam beberapa hari lagi. Sesi tersebut diperkirakan akan dilakukan minggu depan, menurut sumber diplomatik.
Utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour mengatakan teks rancangan resolusi akan mirip dengan rancangan resolusi sebelumnya yang diajukan oleh Kuwait pada 18 Mei ke Dewan Keamanan PBB dan diveto oleh AS pada 2 Juni.
Kuwait mengusulkan Dewan Keamanan PBB membuat rancangan resolusi untuk mengutuk kekerasan Israel dan menyerukan "perlindungan rakyat Palestina" di Gaza dan Tepi Barat.
Sepuluh negara, termasuk Tiongkok, Prancis dan Rusia memberikan suara mendukung, sementara Inggris, Polandia, Belanda dan Ethiopia menyatakan abstain.
Kemudian, Dewan Keamanan menolak usulan AS yang menyerukan penghukuman terhadap Hamas atas kekerasan di Gaza.
Resolusi AS ditentang oleh Rusia, Kuwait dan Bolivia sementara 11 negara abstain dari pemungutan suara.
Resolusi itu menyerukan kecaman dalam hal yang paling kuat dari serangan roket 29 Mei dari Gaza terhadap Israel yang merusak infrastruktur sipilnya.
Desember lalu, PBB secara besar-besaran mengadopsi resolusi di Yerusalem, menyerukan Amerika Serikat untuk menarik pengakuannya atas kota itu sebagai ibu kota Israel, dengan 128 suara yang memberikan dukungan.