Maria Elisa Hospita
30 Agustus 2018•Update: 30 Agustus 2018
Anees Suheil Barghouti
YERUSALEM
Seorang mantan tentara Israel yang menembak mati seorang warga Palestina mengatakan bahwa dia "tidak menyesali" perbuatannya.
"Saya tahu apa yang saya lakukan itu benar, dan saya mengikuti isi hati saya," kata Elor Azaria seperti dilansir oleh harian Israel Hayoum, pada Rabu.
"Saya tidak menyesalinya, dan jika waktu diputar kembali ke momen itu di Hebron, saya akan melakukan hal yang sama, karena itu adalah hal yang benar untuk dilakukan," tambah dia.
Azaria menembak kepala seorang pria Palestina di kota Hebron, Tepi Barat, pada tahun 2016, meskipun dia sedang terluka dan tak memiliki senjata.
Aksi tentara itu tertangkap kamera seorang aktivis HAM Israel, B'Tselem.
Azaria yang dinyatakan bersalah kemudian dijatuhi hukuman penjara selama 18 bulan. Namun, pada September 2017, masa tahanannya dikurangi oleh Kepala Staf Angkatan Darat Israel Gadi Eizenkot, menjadi hanya 14 bulan penjara.
Azaria menuding tentara bertanggung jawab atas pemenjaraannya, setelah mantan Menteri Pertahanan Moshe Ya'alon dan Kepala Staf Angkatan Darat Gadi Eisenkot mendesak penahanan Azaria.
"Jika mereka menutup mulut mereka, ketidakadilan ini tidak akan terjadi," kata dia lagi.