Muhammad Abdullah Azzam
07 September 2020•Update: 07 September 2020
Walid Abdullah
TRIPOLI
Tentara Libya pada Senin mengungkapkan pihaknya telah menyita sebuah helikopter milik milisi jenderal Khalifa Haftar, yang melakukan pendaratan darurat di selatan wilayah Abu Grein, arah timur ibu kota Tripoli.
"Pilot itu tidak ditemukan dan kemungkinan besar telah melarikan diri ke padang pasir karena takut ditangkap," ungkap Abdulhadi Drah, juru bicara militer untuk Komando Pembebasan Sirte dan al-Jufra, kepada Anadolu Agency.
Pada 27 Agustus, tentara Libya mengumumkan pelanggaran pertama gencatan senjata Libya oleh milisi Haftar, yang menembakkan lebih dari selusin roket Grad ke pos militer di sebelah barat Sirte.
Libya dilanda perang saudara sejak penggulingan almarhum penguasa Muammar Gaddafi pada 2011.
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer oleh pasukan yang setia kepada Haftar.
PBB mengakui pemerintah Fayez al-Sarraj sebagai otoritas sah negara itu karena Tripoli telah memerangi milisi Haftar sejak April 2019 dalam konflik yang telah merenggut ribuan nyawa.