Rıskı Ramadhan
05 Februari 2018•Update: 05 Februari 2018
Ömer Koparan dan Said İbicioğlu
AZAZ, Suriah
Kelompok teroris PYD/PKK pada Minggu meluncurkan serangan roket yang menargetkan warga sipil di sebuah kamp pengungsi di Distrik Azaz Provinsi Aleppo.
Azaz merupakan salah satu daerah yang sebelumnya telah bebas dari teroris selama Operasi Perisai Eufrat Turki, yang berlangsung dari Agustus 2016 sampai akhir Maret 2017.
Menurut koresponden Anadolu Agency di lapangan, roket yang menargetkan kamp pengungsian yang terletak di seberang perbatasan Turki tersebut mendarat di lahan kosong.
Serangan tersebut mengakibatkan kepanikan di kamp-kamp pengungsian yang menampung sekitar 200 ribu orang.
Tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.
Pengungsi yang tinggal di kamp-kamp tersebut adalah warga sipil dari daerah Raqqa, Homs, Damaskus, Idlib, Deir ez-Zour, daerah Hasakah yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat perang.
Pada 20 Januari lalu, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Sejak operasi dimulai, serangan lintas batas PYD/PKK terhadap warga sipil menewaskan setidaknya tujuh orang dan melukai lebih dari 100 orang.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Sementara Operasi Perisai Eufrat oleh Angkatan Bersenjata Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) bertujuan untuk meningkatkan keamanan, mendukung pasukan koalisi dan menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki.