Gulsen Topcu
29 Maret 2018•Update: 30 Maret 2018
Gulsen Topcu
GAZA
Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin Hamas di Gaza menyatakan sejumlah tersangka baru terkait penyerangan terhadap konvoi Perdana Menteri Palestina Rami al-Hamdallah telah ditangkap.
“Operasi yang kami lakukan di Gaza telah membawa kami menemukan tersangka baru terkait terkait penyerangan terhadap konvoi Hamdallah,” kata juru bicara kementerian Iyad al-Buzm dalam konferensi pers.
Buzm mengatakan bahwa mereka telah meminta pembentukan komite bersama antara pasukan keamanan di Gaza dan Tepi barat serta mengirimkan laporan terkait laporan-laporan terkait serangan tersebut kepada PM Hamdallah, namun tidak mendapatkan jawaban.
Dia menyatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri siap untuk berbagi informasi terkait penyelidikan dan hasil yang di dapat dengan pihak berwenang.
Buzm menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan serangan tersebut menyebabkan kelemahan keamanan dan siapa pun menciptakan situasi tidak aman di Gaza.
Keterangan tersangka
Rekaman keterangan para tersangka juga dibagikan pada konferensi pers tersebut.
Salah satu tersangka yang bernama Muhammad al-Hawajiri dalam keterangannya mengatakan bahwa pelaku utama penyerangan, Anas Abu Khousa, memberikan bahan peledak TNT dalam jumlah besar kepadanya dua bulan sebelum serangan.
Hawajiri mengatakan bahwa Abu Khousa kembali ke rumahnya sekitar 10 hari sebelum serangan dan membuat sebuah bom dari TNT, menempatkannya di dalam wadah plastik kecil dan menambahkan bahan peledak C4 serta detonator.
Seorang tersangka lainnya, Yasir Abu Khousa, menyatakan bahwa Anas Abu Khousa pergi ke tempat ia akan melakukan operasi di Beit Hanoun dua hari sebelum insiden dengan membawa alat penggalian dan memintanya pergi ke Pintu Perbatasan Erez untuk memberi kabar jika konvoi Hamdallah tiba.
Yasir mengaku memberi tahu Anas tentang kedatangan konvoi dan kemudian mendengar suara ledakan sebelum meninggalkan daerah itu.
Perdana Menteri Palestina Hamdallah selamat dari serangan bom terhadap konvoi kunjungannya ke Gaza pada 13 Maret.
Tersangka utama dalam serangan itu, Anas Abu Khousa dan seorang buronan Abdulhadi al-Asheb dinyatakan tewas dalam sebuah operasi di Gaza pada 22 Maret.