Maria Elisa Hospita
10 Oktober 2018•Update: 10 Oktober 2018
Fatih Erel
ISTANBUL
Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengumumkan bahwa tim pengungsi akan ikut bertanding dalam Olimpiade Tokyo 2020.
"Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari komitmen IOC dalam mengatasi krisis pengungsi global dan untuk menyampaikan pesan solidaritas dan harapan kepada jutaan pengungsi dan atlet yang telantar di seluruh dunia," kata IOC lewat sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu.
"Anggota Tim Pengungsi Olimpiade Tokyo 2020 akan diumumkan pada 2020," tambah komite.
Pada 2015, Tim Pengungsi Olimpiade dibentuk pertama kalinya oleh IOC. Sepuluh atlet pengungsi dipilih untuk bertanding dalam Olimpiade Rio 2016.
IOC akan memilih sembilan anggota baru, tiga di antaranya dipilih kembali setelah menjadi anggota tetap selama delapan tahun, dan empat lainnya akan menjadi anggota kehormatan IOC setelah menyelesaikan mandat mereka.
Anggota baru itu di antaranya adalah Daina Gudzineviciute (Lithuania), Felicite Rwemarika (Rwanda), Camilo Perez Lopez Moreira (Paraguay), Giovanni Malago (Italia), Samira Asghari (Afghanistan), William Frederick Blick (Uganda), Pangeran Jigyel Ugyen Wangchuck (Bhutan), Morinari Watanabe (Jepang), Andrew Parsons (Brazil).
Sementara anggota yang terpilih kembali adalah Amir Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani (Qatar), Pangeran Feisal Al Hussein (Yordania) dan Marisol Casado (Spanyol).
Anggota IOC yang akan menyelesaikan masa keanggotaan mereka pada akhir 2018 karena batas usia, akan diberi status Anggota Kehormatan. Mereka adalah Pangeran Tunku Imran (Malaysia) yang terpilih pada 2006; Mario Pescante (Italia) terpilih pada 1994; dan Sam Ramsamy (Afrika Selatan), terpilih pada 1995.