Megiza Soeharto Asmail
25 Mei 2018•Update: 26 Mei 2018
Fuat Kabakci
BEIJING
Tiongkok mengecam Amerika Serikat pada hari Kamis setelah Pentagon mengumumkan bahwa pihaknya menarik kembali undangannya ke Beijing untuk berpartisipasi dalam latihan militer Pasifik mendatang dengan dalih militerisasi Laut China Selatan.
Juru bicara Departemen Pertahanan Nasional Tiongkok Ren Guogiang menggambarkan keputusan AS sebagai aksi yang "tidak membangun".
"Menutup pintu komunikasi tiba-tiba tidak akan membantu meningkatkan rasa saling percaya dan kerja sama antara dua militer," kata Ren, menurut pernyataan yang dipasang di situs web Kementerian Pertahanan Nasional.
"Amerika Serikat telah mengacaukan apa yang disebut 'militerisasi' Laut China Selatan dengan mengabaikan fakta-fakta, dan menggunakannya sebagai alasan untuk membatalkan undangan bagi Tiongkok untuk berpartisipasi dalam latigan angkatan laun Lingkaran Pasifik [RIMPAC] - 2018 multinasional,” Guoqiang menambahkan.
Pada hari Rabu, juru bicara Pentagon, Letkol Christopher Logan mengatakan, "Militerisasi Tiongkok yang terus-menerus di area yang disengketakan di Laut China Selatan hanya meningkatkan ketegangan dan mengguncang wilayah tersebut."
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lu Kang mengatakan dalam pertemuan pers bahwa Tiongkok sedang melaksanakan hak kedaulatannya di Laut China Selatan.
Pulau-pulau buatan di wilayah Laut China Selatan dan operasi militer Tiongkok di wilayah itu terus menyebabkan ketegangan antara AS, Tiongkok, dan negara-negara kawasan, termasuk Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan.