Chandni
13 April 2018•Update: 15 April 2018
Barry Eitel
SAN FRANCISCO
Seorang delegasi perdagangan Tiongkok pada Kamis mengatakan negaranya tidak akan mundur dari perang dagang dengan AS dan Presiden Donald Trump.
"Saya harap pihak AS tidak keliru membaca situasi ini," kata juru bicara Kementerian Perdagangan Gao Feng kepada wartawan. "Bila AS mengambil langkah apapun yang bisa memperburuk keadaan, Tiongkok tidak segan melawan balik."
Gao menanggapi pertanyaan terkait pernyataan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang mengatakan Tiongkok akan membuka perekonomian negara dan menurunkan tarif untuk beberapa barang impor seperti mobil.
Di Twitter, Trump mengatakan "sangat berterima kasih" mendengar pernyataan Xi dan kedua negara itu akan "maju bersama!"
Namun Gao mengatakan pernyataan Xi itu berhubungan dengan perang dagang antara Tiongkok dan AS, serta mensinyalir Trump salah menilai sikap Xi.
Pada Kamis, Trump mengatakan pidato Xi itu berarti Tiongkok dalam waktu dekat akan menurunkan hambatan perdagangan, bahkan "mungkin semuanya".
"Kami berhubungan baik dengan Tiongkok," kata Trump kepada wartawan. "Saya pikir perundingan kami ini berjalan baik, dan kita akan lihat apa yang terjadi."
Trump sekali lagi mengulang kritikannya terhadap Tiongkok mengenai bea masuk sebesar 25 persen untuk mobil. Itu menurutnya tidak adil, karena AS hanya menerapkan tarif 2,5 persen saja untuk mobil-mobil import dari Tiongkok.
Gao mengatakan peraturan yang ditetapkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia tidak mengharuskan tarif impor yang sama antara dua negara yang saling berdagang.