Mustafa Melih Ahishali
27 Juli 2018•Update: 27 Juli 2018
Mustafa Melih Ahishali
ISTANBUL
Seorang pemuka agama Sunni di Iran Abdolhamid Ismaeelzahi mengajukan keluhan tentang pemerintah Iran ke pemimpin Syi’ah Ayatollah al-Sistani.
Dalam suratnya kepada al-Sistani, Ismaeelzahi mengatakan bahwa pasca revolusi Iran, pemerintah hampir tidak pernah memberikan kursi di kepemerintahan kepada umat Sunni.
Ismaeelzahi juga mengatakan bahwa setelah revolusi, pemerintah melakukan tindak diskriminatif, membatasi kebebasan beragama, dan tidak memberi kesempatan warga Sunni terlibat dalam pemerintahan.
Menurut berita yang diambil dari situs milik Ismaeelzahi, pihaknya meminta agar al-Sistani menjadi pionir dalam menegakan pemerintahan yang demokratis dan melibatkan semua agama dan mazhab di Iran pasca pemilihan umum di Irak pada Mei kemarin.
“Umat Sunni di Iran, sambil menunjuk kepada para ulama di Syi’ah di kota Qom, mengatakan bahwa mereka selalu mendapat tekanan pemerintah ketika memperjuangkan hak mereka,” jelas Ismaeelzahi.
Ismaeelzahi menyatakan bahwa jika diskriminasi akibat ketidakadilan antar umat beragama di Iran dan Irak telah berakhir, kepercayaan terhadap umat Islam akan terbangun kembali. Berbagai konspirasi dari para musuh Islam juga akan terkuak, kata dia.