Ekip
12 April 2020•Update: 13 April 2020
SM Najmus Sakib
DHAKA, Bangladesh
Bangladesh menskors enam dokter pada Sabtu setelah mereka diduga tidak mau merawat pasien virus korona dan tetap absen dari pekerjaan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Direktorat Pelayanan Kesehatan mengatakan para dokter dari Rumah Sakit Persahabatan Kuwait-Bangladesh diskors di bawah Peraturan Layanan Pemerintah.
Kementerian Kesehatan akan mengambil tindakan lebih lanjut terhadap para dokter yang mangkir tersebut.
Perdana Menteri Sheikh Hasina menyatakan ketidakpuasan tentang laporan selama pertemuan dengan para pejabat dan mengarahkan mereka untuk mengambil tindakan tegas jika ada yang menunjukkan "kelalaian" dalam melaksanakan tugas.
Menurut laporan, ada kekurangan alat pelindung diri (APD) untuk petugas perawatan kesehatan dan pekerja medis yang dites positif untuk virus korona tetap mengurus pasien.
Keenam dokter diberikan PPE untuk melanjutkan perawatan dan pemerintah mengklaim ada peralatan yang cukup untuk petugas kesehatan.
Angka terakhir yang dikeluarkan pemerintah Bangladesh menyebutkan tiga puluh orang telah meninggal dan 482 terinfeksi dengan virus korona.