Michael Hernandez
WASHINGTON
AS akan mengambil keputusan mengenai respons terhadap dugaan serangan gas kimia di Suriah dalam waktu satu atau dua hari, kata Presiden Donald Trump pada Senin.
Trump kemudian mengatakan dia "mungkin" akan mengambil keputusan hari ini.
"Ini menyangkut kemanusiaan dan tidak boleh dibiarkan saja," kata Trump di Gedung Putih. "Apakah itu dilakukan Rusia, atau Suriah, atau Iran, atau ketiganya bersama-sama, kami akan mengusutnya."
Pernyataan itu muncul sebelum Trump bertemu dengan petinggi-petinggi militer pada Senin malam untuk membahas respons Washington terhadap laporan adanya serangan kimia yang membunuh puluhan orang di Damaskus pada Sabtu pekan lalu.
Sebelum pertemuan itu, Trump mengatakan AS "menerima penjelasan yang baik" terkait siapa yang melakukan serangan itu. Publik akan "segera" mengetahui tanggapan militer AS.
Organisasi pertahanan sipil di Suriah, White Helmets, mengatakan rezim Assad yang melakukan serangan di kawasan Douma, Ghouta Timur itu, yang menurut mereka membunuh 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya.
Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) memastikan bahwa tim pencari fakta mereka menyelidiki "apakah senjata kimia digunakan" dalam serangan itu.
'Sangat sulit'
AS sudah lama mengatakan Rusia yang bertanggung jawab untuk serangan kimia apapun yang terjadi di Suriah karena Moskow adalah pendukung terbesar Bashar al-Assad.
Trump bahkan mengatakan Putin "mungkin" akan dituntut untuk bertanggung jawab.
"Keadaan akan sulit bagi dia," kata Trump. "Semua harus membayar. Dia harus membayar, dan semua harus membayar."
Presiden AS itu juga tidak menghapus kemungkinan aksi militer sehari setelah Kedutaan Besar Rusia di AS memperingatkan hal itu bisa "memicu dampak yang buruk".
Sebelumnya pada Senin, Senator Lindsey Graham mendesak agar Trump mengambil langkah terhadap pasukan udara Suriah dan mengatakan Assad "adalah penjahat perang di mata komunitas internasional".
"Kita harus membuat Assad membayar mahal dengan menghancurkan kekuataan udaranya," kata Graham kepada Fox News.
Gedung Putih menampik isu yang mengatakan Trump secara tidak langsung bertanggung jawab atas serangan mematikan di Douma itu, yang terjadi setelah dia mensinyalir AS akan menarik pasukan dari Suriah.
"Sangat tidak masuk akal untuk mengatakan Presiden AS membolehkan aksi yang keji itu terjadi," kata juru bicara Sarah Huckabee Sanders kepada wartawan.
Melalui sebuah pernyataan, Senator John McCain menyalahkan Trump atas dugaan serangan kimia itu, dan mengatakan Assad, Rusia, dan Iran "mendengarnya" ketika Trump mengutarakan niat untuk keluar dari Suriah.
news_share_descriptionsubscription_contact
