Maria Elisa Hospita
12 Juli 2019•Update: 14 Juli 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakhiri upayanya untuk menambahkan pertanyaan soal kewarganegaraan ke dalam kuesioner sensus negara.
Dia justru mengumumkan instruksi eksekutif yang mengarahkan semua lembaga pemerintah untuk memberikan data kepada Departemen Perdagangan mengenai jumlah warga dan bukan warga negara di AS.
Menurut Trump, langkah itu akan menunjukkan berapa banyak warga di negara itu dengan tingkat akurasi 90 persen.
"Sangat penting bahwa kami memiliki rincian yang jelas tentang jumlah warga negara dan bukan warga negara yang membentuk populasi AS," kata presiden saat konferensi pers di Gedung Putih.
Selama berminggu-minggu, Trump mendesak agar pertanyaan kewarganegaraan dimasukkan dalam kuesioner sensus penduduk 2020.
Pengadilan pun mempertanyakan alasan pemerintah memasukkan pertanyaan tersebut dan pada akhirnya menilai alasan mereka tak cukup kuat.
Sementara itu, Departemen Perdagangan mendukung penambahan pertanyaan karena akan membantu implementasi Voting Rights Act 1965.
Kelompok pendukung imigran mengkritik usulan Trump, karena pertanyaan itu akan membuat para responden enggan berpartisipasi dalam sensus.