Dandy Koswaraputra
03 Maret 2019•Update: 04 Maret 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu menyebut India "negara dengan tarif tinggi" dan mengatakan dia ingin mengenakan pajak timbal balik atas impor dari New Delhi.
"India adalah negara dengan tarif sangat tinggi. Mereka menagih kami banyak. Ketika kami mengirim sepeda motor ke India, itu adalah tarif 100 persen, mereka menagih 100 persen,” kata Trump pada Konferensi Aksi Politik Konservatif.
"Jadi saya ingin pajak balasan, atau setidaknya saya ingin membebankan pajak," tambah dia.
Trump mengatakan ketika India mengirim sepeda motor kepada AS, negara Paman Sam tidak mengenakan biaya apa pun kepada mereka,"
“Jadi saya ingin pajak balasan, atau setidaknya saya ingin membebankan pajak,” kata dia.
Trump telah berulang kali meminta India untuk menurunkan tarif tinggi pada produk impor, dan sejak menjabat, pemerintahannya telah mengambil alih New Delhi dengan membatasi visa H-1B, yang sebagian besar diberikan kepada pekerja teknologi India.
Washington juga menimbang keputusan apakah akan menghapus India dari Generalized System of Preferences (GSP), sebuah program perdagangan untuk negara-negara berkembang yang memungkinkan barang-barang India, sekitar miliaran dolar, untuk memasuki AS bebas bea.
Ketika Trump berbicara tentang tarif tinggi India, dia mengatakan bahwa tidak seorang pun di Kongres tahu tentang hal itu.
Pada 2017, perdagangan antara AS dan India mencapai sekitar USD126 miliar dan pada tahun yang sama, New Delhi adalah mitra dagang terbesar ke-9 Washington.