Dandy Koswaraputra
03 Maret 2019•Update: 04 Maret 2019
Erbil Basay
BERLIN
Kementerian Luar Negeri Jerman pada hari Sabtu meminta rezim Suriah al-Assad untuk mengungkapkan program senjata kimianya dan menghancurkan semua senjata kimianya di bawah pengawasan internasional.
Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri, apa yang terjadi di Suriah bukanlah peristiwa yang terisolasi, di mana banyak orang "secara brutal" dibunuh dan dilukai, merujuk pada laporan pengawas senjata kimia internasional - yang menegaskan penggunaan senjata kimia di wilayah Douma Suriah pada 7 April 2018.
Jerman akan berupaya menghentikan penggunaan senjata kimia di seluruh dunia, termasuk Suriah, di Dewan Keamanan PBB minggu depan, kata pernyataan itu.
Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) merilis sebuah laporan pada hari Jumat dan mengatakan mereka menemukan "alasan yang masuk akal" bahwa klorin digunakan sebagai senjata di distrik Douma di Ghouta Timur, Suriah.
Serangan kimia terjadi pada 7 April 2018, menewaskan sedikitnya 78 warga sipil.
Penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah menyebabkan penarikan oposisi dari wilayah tersebut dan memaksa evakuasi warga sipil.
Suriah telah dikunci dalam perang saudara yang ganas sejak awal 2011, ketika rezim al-Assad menindak demonstran dengan keganasan yang tak terduga.
Sejak itu, ratusan ribu orang diyakini telah terbunuh dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal akibat konflik.