Rhany Chairunissa Rufinaldo
27 Desember 2018•Update: 27 Desember 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Presiden Donald Trump melakukan kunjungan mendadak ke pasukan Amerika Serikat di Irak, menurut pernyataan Gedung Putih, Rabu.
Kunjungan ini adalah yang pertama kalinya dilakukan presiden ke zona pertempuran, hanya beberapa hari setelah Menteri Pertahanan James Mattis mengumumkan pengunduran dirinya.
Menurut juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders, Trump melakukan perjalanan dengan ibu negara Melania Trump Selasa malam untuk menyampaikan ucapan selamat hari natal kepada para pasukan.
"Presiden Trump dan Ibu Negara melakukan perjalanan ke Irak pada malam Natal untuk mengunjungi pasukan kami dan pemimpin militer senior untuk berterima kasih kepada mereka atas layanan mereka, keberhasilan mereka dan pengorbanan mereka serta untuk mengucapkan Selamat Natal," cuit Sanders di Twitter.
Selama kunjungannya ke pangkalan udara al-Asad, Trump memuji keputusannya untuk menarik semua pasukan AS dari Suriah, yang jumlahnya sekitar 2.000.
Dia juga mengatakan bahwa dirinya telah melakukan konservasi yang membuahkan hasil dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang ingin melumpuhkan Daesh.
"Amerika Serikat tidak bisa terus menjadi polisi dunia," ujarnya.
Trump menghabiskan tiga setengah jam di pangkalan udara al-Asad, tetapi dia tidak mengunjungi Baghdad.
Pertemuan yang sebelumnya dijadwalkan dengan Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi dibatalkan, tetapi kedua pemimpin tersebut berbicara melalui telepon.