Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 Agustus 2018•Update: 30 Agustus 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu bahwa AS dapat memulai kembali latihan perang bersama Korea Selatan dengan "segera" tetapi dia menahannya karena "tidak ada alasan tepat pada saat ini" untuk memulai kembali.
Perkataan Trump itu merupakan pernyataan Gedung Putih yang diposting di Twitter yang sebagian besar berfokus pada Tiongkok, menyalahkan Beijing karena kelambanannya dalam pembicaraan yang ditujukan untuk mengamankan denuklirisasi Semenanjung Korea.
Trump mengatakan bahwa Tiongkok memberikan bantuan besar kepada Pyongyang, termasuk uang, bahan bakar, pupuk dan berbagai komoditas lainnya.
"Ini tidak membantu!" katanya dalam seruan singkat.
Sang presiden memuji hubungannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, tetapi mengeluarkan ancaman terselubung ke Korea Utara dengan latihan militer bersama dengan Korea Selatan yang sebelumnya disebut Trump "sangat provokatif," menggemakan retorika Korea Utara, sebelum membatalkannya.
"Kami bisa saja langsung memulai latihan gabungan lagi dengan Korea Selatan dan Jepang, jika kami mau. Jika kami melakukannya, kami akan menjadi jauh lebih besar dari sebelumnya," kata Trump.
Komentar itu menambah kebingungan yang berkembang atas latihan gabungan itu.
Pada Selasa, Menteri Pertahanan James Mattis mengatakan kepada wartawan di Pentagon bahwa sementara AS membatalkan latihan musim panas dengan Korea Selatan, saat ini tidak ada rencana untuk menghentikan latihan gabungan tambahan.
"Saat ini, tidak ada diskusi tentang penangguhan lebih lanjut," kata Mattis. "Kami tidak membuat perubahan pada program latihan saat ini."
Kepala pertahanan itu mengatakan bahwa keputusan Trump untuk membatalkan latihan yang direncanakan pada musim panas ini adalah "itikad baik" menyusul pertemuannya dengan Kim Jong-un di Singapura Juni lalu.
AS telah melakukan latihan militer gabungan dengan Korea Selatan sejak 1950-an dan memiliki sekitar 28.000 tentara yang ditempatkan di sana.