Marıa Elısa Hospıta
13 Februari 2020•Update: 14 Februari 2020
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak para senator untuk tidak "menunjukkan kelemahan" mereka.
Hal itu ditegaskan oleh Trump agar Senat tidak mengeluarkan resolusi yang akan membatasi kemampuannya untuk melancarkan serangan militer ke Iran tanpa persetujuan kongres.
"Jika Senat tidak memberikan suara ke Resolusi Kekuatan Perang Iran, maka ini sangat penting bagi keamanan negara kami. Saat ini kita bekerja dengan sangat baik dan ini bukan waktunya untuk menunjukkan kelemahan," cuit Trump di Twitter.
Anggota parlemen Demokrat berulang kali menuding Trump melancarkan perang nuklir ke Iran, khususnya dalam serangan drone pada 2 Januari yang menewaskan Jenderal Qasem Soleimani di Baghdad.
"Orang Amerika sangat mendukung serangan kami terhadap teroris Soleimani. Jika tangan saya diikat, maka pihak Iran akan senang. Ini akan jadi sinyal yang buruk," kata dia lagi.
"Demokrat hanya melakukan ini sebagai upaya untuk mempermalukan Partai Republik. Jangan biarkan itu terjadi!" tukas Trump.
Resolusi tersebut diperdebatkan di Senat pada Rabu dan pemungutan suara final akan digelar pada Kamis.
Resolusi itu, yang memerlukan suara mayoritas, diperkirakan akan mendapat dukungan dari para senator Republik, termasuk Jerry Moran, Susan Collins, Mike Lee, dan Rand Paul.
Sebanyak 228 anggota parlemen menyetujui RUU tersebut bulan lalu.