Betül Yürük dan Muhammed Bilal Kenasari
06 November 2017•Update: 06 November 2017
Betül Yürük dan Muhammed Bilal Kenasari
NEW YORK
“Tuhan bersama masyarakat Sutherland Springs di Texas, FBI dan polisi di tempat kejadian,” ujar Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui Twitter terkait penyerangan di Texas pada Senin.
Dalam pernyataan di sela-sela kunjungannya ke Jepang, Trump mendefinisikan aksi tersebut sebagai “Perilaku Jahat”.
“Kami tidak bisa menggambarkan penderitaan dan perasaan kami dengan kata-kata, bahkan tidak bisa membayangkan perasaan kerabat korban. Hati kami hancur,” ujar Trump.
Pada saat sulit seperti ini, ujar Trump, hal terbaik yang seharusnya warga Amerika lakukan adalah bersatu.
“Kita sama-sama saling memegang tangan, menahan air mata dan tegar. Pemerintahan saya memberikan dukungan penuh kepada pemerintah provinsi dan lokal untuk invesitgasi. Saya berdoa kepada Tuhan untuk seluruh warga Amerika, dan berdoa untuk korban terluka dan keluarga mereka, kita tidak akan berpisah dari mereka," kata Trump.
Seorang laki-laki bersenjata melepaskan tembakan di sebuah gereja di Sutherland Springs, Texas, pada Senin. Penembakan ini mengakibatkan 26 orang tewas dan 20 lainnya terluka.
Pejabat keamanan Texas Martin mengatakan penyerang mengenakan pakaian hitam dan rompi antipeluru. Ia menjatuhkan senjata di lokasi penembakan, melarikan diri, lantas ditemukan tewas di dalam kendaraanya.
“Dugaan sementara pelaku bunuh diri atau ditembak oleh warga setempat,” ungkap Martin.
Berdasarkan sumber polisi, media AS menyebut bahwa penyerang bernama Devin Patrick Kelley dan berusia 26 tahun.