Maria Elisa Hospita
26 Juni 2019•Update: 26 Juni 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak menyerang AS, dan jika Teheran memilih untuk melakukannya, maka Teheran akan menghadapi balasan yang mengerikan.
"Setiap serangan oleh Iran akan disambut dengan respons yang besar dan luar biasa," cuit dia.
Peringatan keras itu dikeluarkan setelah Iran menembak jatuh drone pengintai Amerika pekan lalu.
Teheran menyebut pesawat itu melanggar wilayah udaranya, sementara Washington bersikeras mengatakan bahwa pesawat tak berawak itu berada di atas perairan internasional di Selat Hormuz.
Pada Senin, AS menjatuhkan sanksi ke Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat Iran lainnya
Presiden Iran Hassan Rouhani kemudian mengecam sanksi AS dan menyebut Trump "putus asa".
"Anda [pemerintah AS] menyerukan negosiasi. Jika memang itu yang Anda tuju, mengapa pada saat yang sama Anda ingin menjatuhkan sanksi ke menteri luar negeri kami?" ujar Rouhani, merujuk pada Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif yang akan dikenai sanksi akhir pekan ini.
Trump menanggapi pernyataan Iran yang menurutnya "bodoh" dan "menghina". Dia mengatakan pernyataan itu menunjukkan bahwa Iran tidak memahami kenyataan.
Hubungan AS dan Iran memanas sejak tahun lalu, ketika pemerintah AS secara sepihak menarik diri pakta nuklir yang ditandatangani oleh Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman.
Sejak itu, AS memulai kampanye diplomatik dan ekonominya untuk menekan Iran agar bersedia melakukan negosiasi ulang.
Salah satu kampanye itu adalah pemberlakuan kembali sanksi AS terhadap ekspor minyak mentah Iran, yang telah menyebabkan perekonomian Iran merosot.