Hayati Nupus
01 Mei 2020•Update: 03 Mei 2020
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Presiden AS Donald Trump pada Kamis mengklaim telah melihat bukti bahwa virus SARS CoV-2 berasal dari laboratorium di Wuhan, China.
Ketika dia ditanya apakah melihat sesuatu yang membuatnya memiliki “tingkat kepercayaan tinggi” bahwa Institut Virologi Wuhan adalah tempat asal virus itu, Trump menjawab: “Ya, sudah.”
Pernyataan itu dia lontarkan beberapa jam setelah Kantor Direktur Intelijen Nasional (DNI) mengatakan komunitas intelijen AS tidak percaya bahwa virus korona baru adalah “buatan manusia atau rekayasa genetika.”
Berbicara pada konferensi pers di Gedung Putih, Trump menyerang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan mengatakan bahwa upaya mereka itu hanya melayani kepentingan China karena korona baru terus menyebar di seluruh dunia.
“Organisasi Kesehatan Dunia harus malu pada diri sendiri karena mereka seperti agen hubungan masyarakat untuk China,” kata Trump kepada wartawan.
Dia mengatakan bahwa AS membayar WHO hampir USD500 juta per tahun sementara China hanya membayar USD38 juta.
Trump mengklaim organisasi itu gagal menyelamatkan nyawa manusia.
“Mereka seharusnya tidak membuat alasan ketika orang membuat kesalahan mengerikan yang menyebabkan ratusan ribu orang di seluruh dunia meninggal,” kata Trump.
Trump menuduh badan internasional itu salah kelola dan menutupi fakta penyebaran virus korona.
Trump sekaligus memotong dana ke WHO pada pertengahan April.
Dia mengatakan WHO “China-sentris”.
Virus SARS CoV-2 terus menyebar di AS, merenggut lebih dari 62.000 jiwa. Lebih dari satu juta terinfeksi, menurut data Universitas Johns Hopkins.
Setelah dari Wuhan, China, Desember lalu, Covid-19 telah menyebar ke setidaknya 200 negara.
Pandemi ini telah membunuh lebih dari 232.800 orang di seluruh dunia, dengan lebih dari 3,27 juta infeksi.