Maria Elisa Hospita
31 Mei 2019•Update: 31 Mei 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis mengatakan bahwa Rusia telah membantunya mengalahkan pesaingnya dari Partai Demokrat dalam pemilihan presiden 2016, tetapi kemudian segera menyanggah pernyataan itu.
"Rusia, Rusia, Rusia! Hanya itu yang mau Anda dengar selama "perburuan dukun" ini," cuit Trump via Twitter, merujuk pada hasil penyelidikan Penasihat Khusus AS Robert Mueller.
Trump berulang kali membantah bahwa Rusia membantunya selama pemilu.
"Anda tahu siapa yang membuat saya terpilih? Saya sendirilah yang membuat saya terpilih," tandas Trump.
"Rusia sama sekali tidak membantu saya. Rusia, jika memang punya sangkut-paut, saya rasa justru membantu pihak lain," kata dia lagi.
Menurut badan-badan intelijen AS, kampanye Rusia dirancang untuk melemahkan, bukan membantu, calon presiden Demokrat, Hillary Clinton, selama Pilpres AS 2016.
Setelah menyelidiki campur tangan Rusia selama dua tahun terakhir, Mueller pada Rabu menutup penyelidikan itu dan kantor jaksa khusus sambil menegaskan bahwa jika kantornya memiliki bukti yang jelas bahwa presiden tidak melakukan kejahatan, maka kantornyalah yang akan mengumumkannya.
"Namun, kami belum menyimpulkan apakah memang benar presiden melakukan kejahatan," tegas Mueller
Sementara itu, Trump terus menuding Mueller mencari-cari kesalahannya dan menyebut mantan direktur FBI itu punya konflik kepentingan.
"Saya pikir Mueller adalah Never Trumper sejati, seseorang yang tak menyukai Donald Trump," ujar Trump.