Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden AS Donald Trump pada Senin mengumumkan Amerika Serikat (AS) tidak akan berkomitmen pada jadwal tertentu untuk menarik militer mereka dari Afghanistan dimana mereka sudah ditempatkan selama hampir 2 dekade.
“Pilar inti strategi baru kita adalah perpindahan dari pendekatan dengan batasan waktu menjadi pendekatan didasarkan kondisi,” kata Trump pada pidatonya di pangkalan Myer-Henderson dekat Washington.
“Kita tidak akan membicarakan jumlah pasukan, atau rencana kegiatan militer berikutnya. Kondisi lapangan, dan bukan jadwal, akan memandu strategi kita mulai sekarang,” tambahnya.
AS memiliki sekitar 8.400 prajurit di Afghanistan dan pidato Trump yang disiarkan televisi secara langsung menjelaskan tidak ada indikasi adanya perubahan pada pasukan AS disana.
Namun Menteri Pertahanan AS James Mattis mengisyaratkan dalam sebuah pernyataan yang dirilis tidak lama setelah akhir pidato Trump bahwa AS akan memperkuat pasukan mereka serta pasukan sekutu.
“Saya akan berkonsultasi dengan Seketaris Jenderal NATO dan sekutu kami – beberapa dari mereka juga berkomitmen mengingkatkan jumlah pasukan. Bersama kita akan membantu pihak keamanan Afghanistan menghancurkan pusat terorisme,” katanya
Setidaknya 5.000 pasukan militer negara lain ada di Afghanistan, namun mereka kebanyakan ikut serta dalam program pelatihan pasukan Afghan. Pada puncaknya, AS memiliki sekitar 100.000 prajurit di Afghanistan
Trump bertemu penasihat-penasihatnya pada Jumat di tempat peristirahatan kepresidenan Camp David untuk membahas masa depan AS setelah menduduki negara Asia Selatan itu selama 16 tahun.
Komandan pasukan AS di Afghanistan, Jenderal John W. Nicholson, mendorong Trump untuk memperbesar jejak pasukan AS disana dengan tambahan 4.000 prajurit ketika pemerintahan Afghanistan dan pemberontak menghadapi jalan buntu.
Trump mengatakan AS akan melanjutkan kerjasama dengan Kabul “selama kami melihat tekad dan kemajuan”, namun memperingatkan bahwa dukungan AS bukan “cek kosong”.
Presiden AS itu kemudian mengungkit Pakistan, yang menurutnya menyediakan “tempat aman untuk organisasi teroris” yang juga bekontribusi pada kekacauan Afghanistan.
Pakistan “akan dirugikan bila tetap melindungi kriminal dan teroris”, kata Trump dalam pidatonya.
“Sudah waktunya bagi Pakistan menunjukkan komitmen mereka pada peradaban,” ancam Trump
Dia kemudian membahas negara tetangga Pakistan, India, mengatakan AS ingin meningkatkan kerjasama dengan New Delhi di Afghanistan.
AS menyerang Afghanistan menyusul tragedi 11 September 2001, mengusir Taliban yang memberi suaka pada penemu organisasi al-Qaeda yang sekarang sudah meninggal, Osama bin Laden.
Namun dalam beberapa tahun belakangan ini Taliban dan sejumlah kelompok ekstremis lainnya semakin tumbuh kuat sementara pemerintah pusat di Kabul yang didukung AS kesulitan menegaskan kewenangannya di negara yang dirundung konflik itu.
news_share_descriptionsubscription_contact



