Maria Elisa Hospita
05 Maret 2020•Update: 05 Maret 2020
Sinan Uslu, Sarp Ozer
ANKARA
Turki bertekad mencapai solusi politik damai di Idlib, barat laut Suriah, selama pertemuan yang akan datang dengan Rusia yang akan digelar pada Kamis.
"Aktivitas militer Turki di Suriah akan berjalan terus sesuai rencana dan tentara kami akan menjalankan tugas mereka," kata Menteri Pertahanan Hulusi Akar pada Rabu.
Presiden Recep Tayyip Erdogan akan membahas perkembangan terakhir di Idlib dengan rekan sejawatnya dari Rusia, Vladimir Putin, di Moskow pada Kamis.
Hampir empat juta warga sipil terperangkap di Idlib karena serangan baru-baru ini yang dilancarkan oleh pasukan rezim Bashar al-Assad, Rusia, dan Iran.
Turki meluncurkan Operasi Perisai Musim Semi sejak Minggu, setelah 34 tentara Turki gugur dalam serangan udara rezim Assad di Idlib.
Pasukan Turki ditempatkan di sana sesuai dengan Kesepakatan Sochi 2018, sementara pasukan Rusia hadir di sana untuk melindungi penduduk sipil dan kelompok-kelompok antiteror.
Pada 2018, Turki dan Rusia sepakat mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi, di mana tindakan agresi dilarang.
Namun, rezim dan sekutunya, konsisten melanggar gencatan senjata, dengan meluncurkan serangan ke wilayah tersebut.
Akibatnya, lebih dari 1.300 warga sipil tewas di Idlib dan 1,7 juta orang mengungsi ke perbatasan Turki.
*Ditulis oleh Havva Kara Aydin