Rhany Chairunissa Rufinaldo
17 September 2018•Update: 18 September 2018
Savas Guler
KONYA, Turki
Turki bertekad bahwa orang-orang di Provinsi Idlib, sebelah barat laut Suriah, tidak terusir dari tanah air mereka, ujar Yayasan Bantuan Kemanusiaan yang berbasis di Istanbul (IHH) pada Minggu.
“Orang-orang di Idlib berusaha membuat dunia mendengarkan suara mereka. Dengan tekad Turki, orang-orang ini akan tetap tinggal di tanah mereka dan kami akan melindungi mereka,” kata Erhan Yemelek, koordinator IHH Suriah kepada Anadolu Agency.
Yemelek mengatakan bahwa Idlib telah menjadi tuan rumah pengungsi internal Suriah dari seluruh penjuru negeri.
Menyatakan bahwa kota itu saat ini memiliki 3-4 juta penduduk, dia berkata “Setelah KTT Teheran, orang-orang Idlib menjadi khawatir. Mereka menunggu dunia untuk menggeser perhatiannya ke Idlib.”
Pada 7 September, KTT trilateral antara presiden Turki, Rusia dan Iran menegaskan bahwa "tidak akan ada solusi militer untuk konflik Suriah" dan menyerukan untuk memajukan proses politik demi mencapai solusi yang telah dinegosiasikan.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan gencatan senjata di Idlib selama KTT.
Yemelek menambahkan bahwa Turki (bersama Rusia dan Iran) adalah negara penjamin di wilayah tersebut, dan orang-orang di sana telah berdoa siang dan malam agar Turki tidak meninggalkan mereka sendirian.
Menekankan bahwa rakyat Suriah telah menderita selama tujuh atau delapan tahun terakhir, dia mengatakan bahwa mereka tidak ingin menjadi beban bagi Turki dan ingin hidup di tanah mereka sendiri.
Dia juga meminta semua organisasi non-pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan orang-orang yang tinggal di kamp-kamp di daerah pedesaan dekat perbatasan Idlib.
Rezim Suriah baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meluncurkan serangan militer besar di Idlib, yang telah lama dikendalikan oleh berbagai kelompok oposisi bersenjata.
Kemudian, PBB memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan mengarah pada "bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21".
Terletak di dekat perbatasan Turki, Idlib adalah rumah bagi lebih dari 3 juta warga Suriah, banyak di antaranya melarikan diri dari kota-kota lain setelah serangan oleh pasukan rezim.