Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 September 2020•Update: 03 September 2020
Sarp Ozer
ESKISEHIR, Turki
Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menegaskan bahwa Turki mengejar hak dan kepentingannya di Mediterania Timur, bukan mencari ketegangan.
“Kami tidak mencari ketegangan atau penindasan. Kami secara jelas dan eksplisit mengejar hak dan kepentingan kami dengan keyakinan, pengetahuan, logika, sains dan hukum. Tidak ada yang bisa mencegahnya," kata Akar, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan selama kunjungan untuk inspeksi di pusat operasi udara Provinsi Eskisehir.
Mengenai keputusan Amerika Serikat mencabut sebagian embargo senjata terhadap pemerintahan Siprus Yunani baru-baru ini, Akar mengatakan hal itu akan menyebabkan konflik dan kebuntuan, bukan untuk membawa perdamaian dan solusi.
Pada Selasa, AS mengumumkan telah mencabut sebagian embargo di Siprus Selatan.
Menteri Luar Negeri Mike Pompeo memberi tahu Nicos Anastasiades, pemimpin pemerintahan Siprus Yunani, tentang pencabutan sebagian embargo senjata AS dan membahas hubungan keamanan yang semakin dalam.
Pengumuman itu muncul di tengah ketegangan yang memanas di wilayah antara Turki dan beberapa negara di Mediterania Timur.
Setelah Yunani keberatan dengan survei seismik Turki di daerah itu pada Juli, upaya diplomatik Jerman membantu meredakan ketegangan antara Ankara dan Athena.
Namun, langkah kontroversial Yunani untuk menandatangani perjanjian pembatasan maritim dengan Mesir, yang menurut Turki melanggar landas kontinen dan hak maritimnya, memicu ketegangan lebih lanjut antara kedua negara.
Yunani terus mempermasalahkan eksplorasi energi Turki di Mediterania Timur, mencoba mengkotakkan wilayah maritim Turki berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantainya.
Turki berpendapat bahwa kedua pihak harus duduk berdialog untuk mencapai solusi yang saling menguntungkan berdasarkan pembagian yang adil.
Yunani juga baru-baru ini melakukan latihan militer - termasuk dengan Prancis - yang dimaksudkan untuk mengintimidasi Turki agar menghentikan eksplorasi energi, serta mempersenjatai pulau-pulau di laut Aegea secara ilegal, melanggar perjanjian perdamaian yang telah berlangsung lama.
Perjanjian pembatasan maritim Yunani dengan Mesir baru-baru ini juga melanggar landas kontinen dan hak maritim Turki, yang memicu ketegangan lebih lanjut antara kedua negara.