Chandni
09 Mei 2018•Update: 10 Mei 2018
Sena Guler
ANKARA
Keputusan sepihak AS untuk menarik diri dari kesepakatan Iran adalah langkah yang bisa menyebabkan ketidakstabilan dan konflik-konflik baru, kata ajudan kepresidenan Turki pada Selasa.
Juru bicara Ibrahim Kalin melalui akun Twitternya menuliskan perjanjian multi-pihak itu akan tetap diberlakukan berkat kesediaan negara-negara lain.
"Turki akan teguh dengan sikapnya menentang semua senjata nuklir," tambahnya.
Trump memilih untuk tidak memperpanjang sanksi ringan di Iran menjelang tenggat waktu 12 Mei, dan malah bersumpah untuk memaksakan kembali hukuman ekonomi terkait nuklir.
Perjanjian nuklir 2015 menempatkan pembatasan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada program nuklir Iran dengan imbalan miliaran dolar dalam bentuk bantuan dari sanksi internasional. Tetapi Trump secara konsisten mencercanya sejak dia memulai usahanya untuk duduk sebagai Presiden Amerika. Dia berulang kali menuding itu sebagai "kesepakatan terburuk" yang pernah ada.
Semua mitra negosiasi AS - Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, Cina, dan UE - telah setuju bahwa mempertahankan kesepakatan itu adalah cara terbaik untuk menguasai program nuklir Iran.