Rhany Chairunissa Rufinaldo
01 Juli 2019•Update: 01 Juli 2019
Ahmet Furkan Mercan
ANKARA
Kementerian Luar Negeri Turki pada Minggu memperingatkan warganya untuk menjauh dari zona konflik di Libya.
Kedutaan Besar Turki di Tripoli melalu laman webnya menyarankan warganya untuk menghindari langkah-langkah yang akan membahayakan keamanan dan keselamatan mereka di wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali milisi ilegal pimpinan Khalifa Haftar.
Kementerian juga mendesak warga negara Turki untuk menjauh dari zona konflik di bawah kendali Pemerintah Kesepakatan Nasional yang diakui sebagai satu-satunya pemerintah yang sah oleh PBB dan komunitas internasional.
Pada Minggu, Kementerian Luar Negeri Turki mendesak milisi ilegal Haftar untuk membebaskan enam warga negara Turki yang mereka tahan di Libya.
Kementerian menambahkan bahwa Turki mengharapkan pembebasan segera warganya dan jika tidak, unsur-unsur Haftar akan menjadi target yang sah.
Libya dilanda krisis kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan terbunuhnya Presiden Muammar Khaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan yang saling bersaing - satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli - bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.