Umar Idris
14 Maret 2021•Update: 16 Maret 2021
Faruk Zorlu
ANKARA
Turki pada Minggu menyuarakan "keprihatinan" atas langkah Republik Ceko yang membuka kantor diplomatik di Yerusalem.
"Kami prihatin dengan langkah Republik Ceko membuka kantor diplomatik di Yerusalem yang status internasionalnya dijamin oleh resolusi PBB," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan resmi, pada Minggu.
"Langkah itu akan menjadi bagian dari upaya untuk mengikis status Yerusalem, salah satu parameter utama konflik Palestina-Israel," tambah Turki.
Pernyataan itu juga meminta semua anggota komunitas internasional untuk menghormati status sejarah dan hukum Yerusalem serta kriteria internasional untuk solusi yang adil, komprehensif dan tahan lama untuk mengatasi konflik tersebut.
Dalam langkah kontroversialnya, Republik Ceko pada Kamis membuka kantor diplomatik di Yerusalem, yang berafiliasi dengan kedutaan besarnya di Tel Aviv.
Yerusalem saat ini tetap menjadi jantung dari konflik Timur Tengah sejak puluhan tahun lalu, dengan Palestina bersikeras bahwa Yerusalem Timur - yang diduduki secara ilegal oleh Israel sejak 1967 - harus berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina.
Israel telah berusaha meyakinkan negara-negara dunia untuk memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Negara-negara anggota Uni Eropa telah menolak untuk memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem sambil menunggu kesepakatan akhir antara Israel dan Palestina tentang kota suci itu.
Di antara negara-negara Uni Eropa, hanya Hongaria yang memiliki kantor diplomatik di Yerusalem.
Dengan pengecualian Amerika Serikat dan Guatemala, negara-negara di seluruh dunia telah menolak untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Sementara itu Kosovo berkomitmen untuk membuka kedutaan di Yerusalem setelah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel pada Februari.