Hayati Nupus
24 November 2018•Update: 25 November 2018
Serdar Acil, Baris Kilic, Ismet Karakas
ANKARA
Jaksa Turki telah merampungkan investigasi soal pembunuhan duta besar Rusia untuk Ankara, ujar sumber-sumber hukum, Jumat.
Sebanyak 28 orang, termasuk pemimpin Organisasi Teroris Fetullah (FETO) yang dipimpin oleh Fetullah Gulen, menjadi terdakwa, ujar sumber dengan syarat anonimitas karena terbatas berbicara dengan media.
Juga anggota senior FETO Serif Ali Tekalan, Emrullah Uslu dan Sahin Sogut menjadi terdakwa.
Dakwaan itu telah diajukan ke pengadilan Ankara.
Para terdakwa dituduh melanggar perintah konstitusional, menjadi anggota kelompok teror bersenjata dan pembunuhan terencana yang bertujuan untuk menyebarkan teror.
Selain itu, dakwaan itu menyebutkan bahwa pembunuhan tersebut merupakan upaya provokasi yang menargetkan hubungan Turki-Rusia.
Andrei Karlov ditembak mati di sebuah galeri seni di Ankara pada 19 Desember 2016 oleh Mevlut Mert Altintas, perwira polisi nonaktif yang terkait dengan FETO.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Gulen, mengatur kudeta gagal pada 15 Juli 2016 yang menewaskan 251 orang dan melukai hampir 2.200 orang lainnya.
Ankara menuduh FETO sebagai dalang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara lewat inflitrasi ke berbagai lembaga, khususnya militer, polisi dan peradilan.