Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 Januari 2019•Update: 15 Januari 2019
Aynur Ekiz
ANKARA
Direktur komunikasi kepresidenan Turki pada Senin mengatakan bahwa Turki tidak memiliki masalah dengan Kurdi, masalahnya ada pada kelompok teroris PKK dan keberadaanya di Suriah.
"Republik Turki bukan musuh Kurdi, tapi pelindung mereka," kata Fahrettin Altun di Twitter.
Altun menekankan bahwa keamanan nasional adalah yang paling penting bagi Turki.
“Teror adalah teror, dan ia harus diberantas. Itulah yang dilakukan Turki di Suriah," katanya.
Altun mengatakan bahwa PYD dan YPG adalah organisasi teror dan menegaskan kembali tekad Turki dalam perang melawan terorisme.
Pernyataannya disampaikan beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencuit di akun Twitter-nya bahwa AS akan menghancurkan Turki secara ekonomi jika mereka menyerang Kurdi.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengisyaratkan bahwa operasi lintas batas terhadap kelompok teroris PYD/YPG di wilayah timur laut Suriah akan segera dimulai.
Sejak 2016, Ankara telah melakukan dua operasi militer serupa di Suriah utara.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan UE - telah bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak.