Rıskı Ramadhan
15 Maret 2018•Update: 16 Maret 2018
Nilay Kar Onum
ANKARA
Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin pada Kamis mengatakan bahwa lebih dari 70 persen wilayah Afrin di Suriah telah diamankan selama Operasi Ranting Zaitun yang masih terus berlangsung.
Ibrahim Kalin kepada saluran berita TRT Haber di Ankara mengatakan, "Secara geografis, saat ini lebih dari 70 persennya [Afrin] telah diamankan.
"Lingkaran untuk para teroris sudah sangat sempit. Kami memprediksi bahwa pusat Afrin akan benar-benar dibersihkan dari teroris dalam waktu singkat.
"Mereka menjadikan menjadikan Afrin sebagai Qandil yang baru. Keinginan ini telah hancur dengan Operasi Ranting Zaitun,” kata Kalin.
Gunung Qandil adalah markas kelompok teror PKK di utara Irak.
Lebih dari 3.500 teroris telah dilumpuhkan sejak dimulainya Operasi Ranting Zaitun di wilayah Afrin, barat laut Suriah, kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan pada Kamis pagi.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris YPG/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.