Pizaro Gozali Idrus
30 Agustus 2020•Update: 30 Agustus 2020
Metin Mutanoglu
ANKARA
Wakil presiden Turki pada hari Sabtu meminta Uni Eropa (UE) untuk adil di tengah ketegangan di Mediterania Timur.
"Turki mengharapkan keadilan dari UE, tidak ada yang mengharapkan Ankara untuk mundur berdasarkan keadilan ini," ujar Fuat Oktay dalam wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency.
Oktay lebih lanjut berkata: "Jika upaya Yunani untuk memperluas perairan teritorialnya bukanlah penyebab perang, lalu apa?"
Dia menekankan Turki akan melindungi haknya atas setiap meter kubik di perairan Mediterania Timur apa pun yang terjadi.
"Apa yang kami katakan kepada Eropa adalah bahwa, Turki tidak akan mundur melindungi haknya baik di Mediterania Timur atau di Laut Aegea," kata Oktay.
Mengkritik Eropa karena tidak mendukung Turki dalam hak-hak legalnya, Oktay mengatakan blok itu cenderung menuding Turki dalam setiap kesempatan.
Oktay juga mengomentari peta Seville yang dibuat Yunani.
"Kami [Turki] tidak hanya akan mengenyahkan mereka yang memiliki peta ini di pikiran tetapi juga menghancurkan peta ini [secara nyata] ," ujar dia.
Peta Seville berupaya membatasi wilayah kedaulatan Mediterania Turki menjadi 41.000 kilometer persegi dan menahan Turki ke garis pantai.
"UE tidak tulus menyerukan dialog di satu sisi tapi membuat rencana lain di sisi lain, terkait kegiatan yang kami lakukan di landas kontinen kami sendiri di Mediterania Timur," kata Oktay melalui akun Twitter-nya, Sabtu.
Dia menambahkan Turki sangat menyadari pentingnya perdamaian dan diplomasi dalam menyelesaikan persoalan ini.
Namun Turki tidak akan ragu melakukan apa yang diperlukan dalam hal melindungi hak dan kepentingannya.
“Prancis dan Yunani termasuk di antara mereka yang paling mengetahui hal ini," ucap Oktay.
Yunani mempermasalahkan eksplorasi energi Turki saat ini di Mediterania Timur, mencoba untuk mengklaim wilayah maritim Turki berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki.
Turki adalah negara yang memiliki garis pantai terpanjang di Mediterania - telah mengirimkan kapal bor untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya, dan menekankan bahwa pihaknya dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC) memiliki hak di wilayah tersebut..
Ankara sebelumnya mengatakan sumber energi di dekat pulau Siprus harus dibagi secara adil antara TRNC - yang telah mengeluarkan lisensi perusahaan minyak negara Turki, Turkish Petroleum - dan administrasi Siprus Yunani di Siprus Selatan.