Gokhan Ergocun
24 Februari 2022•Update: 25 Februari 2022
ISTANBUL
Maskapai Turki Turkish Airlines membatalkan semua penerbangan Ukraina pada Kamis setelah Ukraina menutup wilayah udaranya untuk penerbangan sipil.
Pada Kamis pagi, ledakan dilaporkan terjadi di beberapa provinsi Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer khusus di wilayah Donbas.
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis pagi, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan akan menggunakan "senjata presisi tinggi" untuk menonaktifkan sistem pertahanan udara, bandara militer, dan angkatan udara di Ukraina.
Turkish Airlines telah mengoperasikan penerbangan ke enam titik di Ukraina yakni Kharkiv, Kherson, Kyiv, Lviv, Odessa, Zaporizhia.