Maria Elisa Hospita
19 Maret 2021•Update: 22 Maret 2021
Baris Seckin
ROMA
Uni Eropa (UE) harus mendukung Turki yang menampung lebih dari empat juta pengungsi.
Pernyataan itu disampaikan Josep Borrell, kepala kebijakan luar negeri UE, usai mengunjungi pusat komando Operasi Irini, inisiatif Uni Eropa untuk menerapkan embargo senjata PBB di Libya.
Mengenai kesepakatan pengungsi UE-Turki, Borrell mengatakan imigrasi ilegal dihentikan dan banyak nyawa terselamatkan berkat kesepakatan tersebut.
“Perjanjian ini masih berlaku dan pelaksanaannya harus terus dilakukan,” imbuh dia.
Borrell juga menekankan bahwa Turki menampung lebih dari empat juta pengungsi, sehingga UE harus membantu meringankan beban negara itu.
Apalagi, sebagian besar pendanaan UE berdasarkan kesepakatan itu langsung disalurkan ke imigran, bukan pemerintah Turki.
Turki telah menjadi titik transit utama bagi para pencari suaka yang ingin menyeberang ke Eropa untuk memulai hidup baru, terutama mereka yang melarikan diri dari perang dan penganiayaan.
Turki saat ini menampung hampir empat juta pengungsi, lebih banyak dari negara lain mana pun di dunia.
Ankara mengatakan sejauh ini telah menghabiskan lebih dari USD40 miliar dari sumber dayanya sendiri untuk para pengungsi.
*Ditulis oleh Gozde Bayar