Maria Elisa Hospita
19 Maret 2019•Update: 20 Maret 2019
Serife Cetin
BRUSSEL
Uni Eropa akan terus mengutuk aneksasi ilegal Rusia ke Krimea.
"Uni Eropa tak mengakui dan mengutuk pelanggaran hukum internasional ini," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Federica Mogherini saat peringatan lima tahun aneksasi Semenanjung Krimea pada Senin, di Brussel.
Mogherini juga mengecam "pelanggaran sistematis hak asasi manusia" terhadap Tatar Krimea dan meningkatnya militerisasi Rusia di pelabuhan Sevastopol, Krimea, karena hal itu akan terus berdampak buruk terhadap keamanan di Laut Hitam.
Dia menekankan bahwa pelanggaran hukum internasional Rusia telah meningkatkan ketegangan di Selat Kerch, yang menghubungkan Laut Hitam dan Laut Azov.
Menurut Mogherini, sanksi Uni Eropa baru akan diberikan pada delapan pejabat Rusia karena Krimea masih menjadi prioritas UE.
Setelah referendum ilegal pada Maret 2014, Rusia menganeksasi Krimea, yang kemudian mendapat kecaman internasional karena tentara Rusia menduduki wilayah tersebut selama proses pemungutan suara.
Bersama dengan Majelis Umum PBB, UE, dan Amerika Serikat, Turki tidak mengakui Krimea sebagai wilayah Rusia.
Turki pun menegaskan kembali dukungannya untuk kedaulatan Ukraina dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri pada Sabtu.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi pelabuhan di Sevastopol untuk memperingati aneksasi Semenanjung Krimea, yang diperlakukan sebagai perayaan di seluruh penjuru Rusia.
"Ini adalah momen yang sangat penting bagi semua orang Rusia," kata juru bicara kepresidenan Dmitry Peskov jelang kunjungan Putin ke semenanjung.