Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 Juli 2019•Update: 05 Juli 2019
Muhammad Mussa
LONDON
Menteri luar negeri Amerika Serikat, Jerman dan Prancis bersama dengan perwakilan tinggi Uni Eropa mengeluarkan pernyataan bersama, Selasa, mendesak Iran untuk membatalkan keputusannya melanggar batas berdasarkan perjanjian nuklir 2015
Pernyataan oleh Eropa 3 (E3) dan Layanan Tindakan Eksternal Eropa (EEAS) menyatakan cemas dan khawatir atas keputusan Iran untuk melebihi batas cadangan uranium diperkaya rendah yang telah ditetapkan.
"Para Menteri Luar Negeri Prancis, Jerman, Inggris dan Perwakilan Tinggi sangat prihatin dengan pengumuman Iran bahwa mereka telah melampaui batas tumpukan uranium diperkaya rendah sesuai dengan Rencana Aksi Komprehensif. Badan Energi Atom Internasional telah mengkonfirmasi informasi ini,” tulis pernyataan itu.
“Kami telah konsisten dan memperjelas bahwa komitmen kami terhadap kesepakatan nuklir tergantung pada kepatuhan penuh oleh Iran. Kami menyesali keputusan Iran ini, yang mempertanyakan instrumen penting non-proliferasi nuklir," tambahnya.
E3 dan EEAS mendesak Iran untuk menahan diri dari melebihi batas cadangan uranium diperkaya rendah lebih jauh yang kemudian akan merusak perjanjian nuklir.
Kementerian luar negeri mengatakan mereka sedang mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya untuk memastikan perjanjian tersebut tidak runtuh dan berkoordinasi dengan mitra mereka.
Pada Senin, Iran mengungkapkan bahwa mereka telah melanggar batas yang ditetapkan soal persediaan uranium.
Teheran memperingatkan bahwa pihaknya bermaksud untuk melanggar kesepakatan jika Uni Eropa tidak dapat menghentikan sanksi AS.
Pelanggaran tersebut menyusul penarikan AS dari kesepakatan yang sama tahun lalu dan frustrasi Teheran atas kegagalan Uni Eropa dalam melawan sanksi AS dan meningkatkan perdagangan dengan Iran.
Sebelum pelanggaran, Uni Eropa mengumumkan pembentukan mekanisme perdagangan, yang dikenal sebagai Instex, untuk memungkinkan Eropa untuk berdagang dengan Iran tanpa menghadapi pengawasan dari AS.
Di bawah kesepakatan nuklir, yang juga dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPoA), Iran setuju untuk memusnahkan persediaan uranium yang diperkaya menengah dan memotong persediaan uranium yang diperkaya rendah sebesar 98 persen.
Kesepakatan itu ditandatangani oleh Inggris, AS, Rusia, China, Prancis, Jerman dan Uni Eropa pada 2015.
Pada Oktober 2017, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS tidak akan lagi menjadi anggota kesepakatan dan dengan demikian menarik diri dari perjanjian.