Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 November 2018•Update: 13 November 2018
Serife Cetin
BRUSSELS
Warga sipil Yaman yang terperangkap dalam baku tembak di kota Al-Hudaydah menderita dampak yang mengerikan dari konflik yang meningkat, menurut pernyataan Uni Eropa pada Senin.
Serangan di sekitar kota dan pelabuhan Al-Hudaydah di Yaman Barat meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Warga sipil yang terjebak dalam baku tembak sekali lagi mengalami penderitaan akibat konflik, kata pernyataan dari kantor Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini.
Pernyataan tersebut mengklaim bahwa serangan itu menargetkan infrastruktur sipil, sehingga melanggar hukum humaniter internasional.
"Menutup akses ke dan dari Al-Hudaydah akan mendorong lebih banyak warga Yaman ke jurang kelaparan, karena pasokan komoditas pokok terganggu," kata pernyataan itu, menambahkan bahwa Yaman kini memiliki 22 juta orang yang membutuhkan bantuan dan 14 juta orang kelaparan.
Kantor itu juga mengatakan bahwa warga sipil yang terkena dampak membutuhkan komoditas pokok seperti bahan bakar, makanan dan obat-obatan dan bahwa UE mendukung proses negosiasi yang dipimpin PBB.
Pekan lalu, pasukan pemerintah Yaman meluncurkan operasi militer baru untuk merebut kembali Al-Hudaydah dan dua pelabuhan strategisnya dari pemberontak Houthis.
Al-Hudaydah menerima sekitar 70 persen dari impor komersial dan bantuan kemanusiaan yang masuk ke negara itu.
Yaman didera kekerasan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota, Sanaa.
Konflik meningkat pada 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan kampanye udara besar-besaran di Yaman untuk menggulingkan kekuasaan Houthi