Astudestra Ajengrastrı
26 Juli 2018•Update: 26 Juli 2018
Murat Temizer
ANKARA
Presiden Ukraina Petro Poroshenko berkata kolaborasi antara Ukraina dan AS sangat penting untuk menentang pembangunan proyek pipa gas Nord Stream 2 yang rencananya akan membawa gas alam dari Rusia ke Eropa, ujar Poroshenko pada Rabu malam.
Dalam pertemuan antara Poroshenko dengan Asisten Sekretaris AS untuk Biro Sumber Daya Energi yang baru ditunjuk, Francis Fannon, kedua pihak membahas mempererat hubungan bilateral strategis mereka, terutama dalam hal kerja sama energi, papar Kantor Kepresidenan Ukraina.
Keduanya juga membicarakan pendekatan-pendekatan bersama yang bisa dilakukan untuk menentang konstruksi pipa-pipa tersebut.
Poroshenko menyatakan berterima kasih kepada AS untuk dukungan dan pendampingan yang diberikan kepada Ukraina dalam usahanya melakukan diversifikasi sumber suplai energi. Ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan suplai gas dari Rusia dan reformasi sektor energi Ukraina.
"Kerja sama kami sangat penting untuk mencegah pembangunan Nord Stream 2, karena proyek ini tidak hanya mengancam lingkaran energi di Ukraina dan Eropa, tapi juga secara langsung mengancam keamanan geopolitik. Dan saya memuji posisi Presiden AS Donald Trump dan pemerintah AS yang jelas dan konsisten. Ini sangat penting bagi kami," ujar Poroshenko.
"Kami akan berbicara dengan satu suara, bahwa Amerika Serikat mendukung Ukraina," kata Fannon.
Nord Stream 2 akan membawa gas alam Rusia ke pasar Uni Eropa melalui Laut Baltik.
Pipa-pipa ini rencananya akan mengirimkan 55 juta kubik meter gas alam dari Rusia ke Jerman.
Banyak negara Eropa selain Ukraina, termasuk Lithuania, Polandia dan Czechia, juga AS menentang proyek ini. Mereka berkata Nord Stream 2 tidak dibuat untuk tujuan komersial, namun politik, yakni memastikan dominasi Rusia atas pasar energi Eropa.