Maria Elisa Hospita
05 Juni 2019•Update: 10 Juni 2019
Yusuf Hatip
BRUSSEL
Presiden Ukraina pada Selasa mengatakan negaranya masih mengupayakan keanggotaan NATO dan Uni Eropa (UE).
Volodymyr Zelensky juga menyatakan siap untuk berunding dengan Rusia.
Pernyataan itu disampaikan oleh Zelensky dalam konferensi pers bersama dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Brussel, selama kunjungan resmi pertama presiden Ukraina ke luar negeri sejak menjabat.
"Keanggotaan penuh Ukraina di UE dan NATO tetap menjadi prioritas kebijakan luar negeri kami," papar dia.
“Kami siap bernegosiasi dengan Rusia. Kami siap mengimplementasikan perjanjian Minsk. Namun, pertama-tama kita harus bisa melindungi diri kita sendiri dan menjadi lebih kuat dalam bidang ekonomi, politik dan militer,” tambah dia.
Sementara itu, Stoltenberg menyebut Ukraina sebagai "mitra yang sangat berharga" dan berterima kasih kepada negara itu atas kontribusinya dalam operasi NATO di Afghanistan dan Kosovo.
“Sekutu tidak, dan tidak akan, mengakui aneksasi ilegal Krimea oleh Rusia. Kami mengutuk tindakan agresif Rusia di wilayah Laut Hitam," tambah dia.
Wilayah timur Ukraina telah dilanda konflik sejak Maret 2014 setelah aneksasi Krimea oleh Rusia.
Menurut PBB, sekitar 13.000 orang tewas dalam konfllik tersebut.
Uni Eropa, Jerman, dan Perancis bersama-sama mensponsori perjanjian gencatan senjata Minsk pada Februari 2015.
*Ali Murat Alhas turut melaporkan dari Ankara