11 September 2017•Update: 12 September 2017
Ali Murat Alhas
DOHA, Qatar
Interpol telah mencoret Yousef al-Qaradawi, kepala Majelis Ulama Muslim Internasional, dari daftar pencarian orang, kata Organisasi Arab untuk Hak Asasi Manusia (AOHR), Minggu.
Pihak berwenang Mesir sebelumnya telah menuding al-Qaradawi mendalangi berbagai kejahatan - termasuk pembunuhan dan pencurian - setelah kudeta militer Mesir pada 2013, hingga memicu Interpol untuk mengeluarkan surat penangkapan atasnya.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu, AOHR yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa Interpol telah menyimpulkan bahwa ulama terkemuka tersebut tidak berada di Mesir pada saat ia diduga melakukan kejahatan, yang berarti membuktikan bahwa al-Qaradawi tidak bersalah.
Kelompok hak asasi manusia kemudian menyatakan bahwa Interpol sekarang memiliki "informasi lebih" mengenai kejadian di Mesir pasca kudeta, dan menyimpulkan bahwa semua terduga, kecuali satu orang, tidak bersalah atas tindakan kriminal apa pun.
Ketua AOHR Mohamed Jamil menggambarkan temuan Interpol sebagai "kemenangan melawan rezim pasca kudeta Mesir, yang menewaskan orang-orang Mesir dan menangkap puluhan orang dengan tuduhan palsu, dan memaksa mereka untuk memberikan pengakuan".
Interpol, organisasi kepolisian internasional, mengeluarkan sebuah "pemberitahuan merah" untuk al-Qaradawi pada 2014 berdasarkan permintaan Kairo, yang menudingnya dengan tuduhan menghasut kekerasan, pencurian, pembakaran, vandalisme, dan lainnya.
Al-Qaradawi dikenal sebagai pengkritik Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi, yang - sebagai menteri pertahanan - memimpin kudeta pada 2013 untuk menggulingkan presiden terpilih pertama, Mohamed Morsi.
Sejak meletusnya kudeta yang menewaskan ratusan jiwa, Interpol telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk beberapa pimpinan Ikhwanul Muslimin - kelompok di mana Morsi menjadi salah satu anggota pimpinannya - atas permintaan Kairo.