Muhammad Abdullah Azzam
20 Agustus 2020•Update: 20 Agustus 2020
Agnes Szucs
BRUSSELS
Uni Eropa (UE) akan segera menjatuhkan sanksi kepada individu yang bertanggung jawab atas kekerasan, penindasan, dan kecurangan pemilu di Belarus, ungkap pejabat tinggi Uni Eropa pada Rabu.
Sanksi yang ditargetkan pada orang-orang tertentu akan diterapkan sesegera mungkin, menurut Charles Michel, presiden Dewan Eropa, dan Ursula von der Leyen, presiden Komisi Eropa.
Berbicara kepada wartawan setelah konferensi video darurat, para pemimpin Uni Eropa telah membahas krisis Belarus, dan para pejabat mengatakan tindakan itu tidak akan mempengaruhi orang-orang di negara Eropa timur yang terkurung daratan itu.
Von der Leyen mengumumkan UE juga akan mengalokasikan dana tambahan EUR53 untuk dukungan keuangan untuk Belarus.
Tindakan kekerasan setelah suara 'tidak adil
Dia mengatakan EUR2 juta akan digunakan untuk membantu para korban tindakan kekerasan pemerintah terhadap para demonstran sejak pemilihan presiden 9 Agustus.
Sementara EUR1 juta lainnya akan dihabiskan untuk masyarakat sipil dan kebebasan media, sementara EUR50 juta sisanya akan digunakan untuk membantu Belarus melawan Covid-19 dan mengurangi dampak ekonomi pandemi.
Von der Leyen dan Michel mengatakan UE tidak mengakui hasil pemilu 9 Agustus karena pemungutan suara "tidak bebas dan tidak adil".
Mereka mengatakan negara-negara UE ingin melihat pemilihan baru di Belarus.
Namun, mereka menyerahkan kepada rakyat Belarusia untuk memutuskan masa depan mereka setelah dialog yang melibatkan semua aktor dalam konflik.
“Uni Eropa sepenuhnya mendukung dialog OSCE [Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa] dan siap memberikan bantuan apa pun,” kata Michel.
Ketika protes terus berlanjut di Belarus, pemimpin oposisi Svetlana Tikhanovskaya mengatakan pada Senin bahwa dirinya "siap untuk memimpin bangsa" melalui masa transisi untuk mengakhiri kerusuhan dan menyelenggarakan "pemilihan presiden yang adil dan terbuka".
Menurut hasil resmi, Presiden Alexander Lukashenko, yang telah menjabat di Belarus selama 26 tahun, memenangkan pemilihan dengan 80,1 persen suara, sementara saingan utamanya Tikhanovskaya hanya mengantongi 10,12 persen.