Marıa Elısa Hospıta
29 Januari 2020•Update: 30 Januari 2020
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Uni Eropa berencana meninjau rencana perdamaian Timur Tengah yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Uni Eropa akan meninjau proposal yang diajukan. Semuanya akan dilakukan atas dasar solusi dua negara. Kami akan mempertimbangkan aspirasi sah dari kedua negara, baik Palestina maupun Israel," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Josep Borrell dalam sebuah pernyataan.
"Kami menghormati semua resolusi PBB yang relevan," kata dia lagi.
Borrell mengatakan inisiatif AS telah memberikan kesempatan pada Palestina dan Israel untuk kembali ke meja perundingan.
Uni Eropa juga menekankan kesiapannya untuk negosiasi dan mencapai perdamaian yang adil dan abadi.
Pada Selasa, Presiden AS Donald Trump merilis "Kesepakatan Abad Ini" untuk mengakhiri sengketa Israel-Palestina.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menyebut Yerusalem sebagai "ibu kota Israel yang utuh".
Apa yang disebut-sebut sebagai rencana perdamaian itu secara sepihak membatalkan resolusi-resolusi PBB sebelumnya mengenai Palestina.
Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Palestina dan ibu kota Yordania, Amman, menentang usulan Trump.
Tagar #FreePalestine (Bebaskan Palestina) menjadi topik paling dibicarakan di Twitter, sesaat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap rencana kontroversialnya.