Agnes Szucs
09 Agustus 2023•Update: 14 Agustus 2023
BRUSSELS
Uni Eropa melanjutkan pembicaraan dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk "meningkatkan rasa toleransi dan saling menghormati" setelah serangkaian aksi pembakaran Al-Quran baru-baru ini di Eropa, kata seorang pejabat pada Selasa.
Berbicara kepada wartawan dalam sebuah konferensi pers, juru bicara urusan luar negeri Uni Eropa Peter Stano menegaskan bahwa Komisi Uni Eropa “melakukan kontak rutin” dengan OKI.
Dia menjelaskan bahwa pejabat dari komisi Uni Eropa dan perwakilan OKI di Brussels mengadakan pertemuan rutin “untuk mengambil langkah selanjutnya” setelah beberapa insiden pembakaran atau penistaan Al-Quran yang terjadi baru-baru ini di Denmark dan Swedia.
Stano menekankan bahwa tindakan pelecehan ini “bukan bagian dari kebijakan Uni Eropa” tetapi “tindakan yang tidak bertanggung jawab dari individu yang tidak bertanggung jawab yang ingin menyebarkan perselisihan dan masalah, dan memecah belah kita sebagai komunitas.”
Uni Eropa siap untuk melanjutkan diskusi dengan OKI “karena inilah waktunya untuk berdiri bersama dan memperkuat upaya kita untuk mempromosikan toleransi dan saling menghormati,” tambah dia.
Kelompok Islamophobia telah berulang kali melakukan pembakaran Al-Quran dan upaya penodaan serupa di Eropa Utara dalam beberapa bulan terakhir, yang memicu kemarahan dari negara-negara Muslim dan dunia.