Maria Elisa Hospita
11 November 2019•Update: 12 November 2019
Diyar Guldogan
ANKARA
Uni Eropa mendesak semua pihak untuk "menahan diri" sehubungan dengan krisis politik di Bolivia.
"Saya ingin meminta semua pihak di Bolivia untuk menahan diri dan bertindak dengan penuh tanggung jawab agar negara tetap damai," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini pada Senin.
"Seruan ini adalah harapan agar Bolivia bisa kembali menggelar pemilihan umum yang bermartabat dan rakyat Bolivia dapat memperjuangkan demokrasi di negaranya," tambah dia.
Pada Minggu, Presiden Evo Morales dan wakilnya, Alvaro Garcia, mengumumkan pengunduran diri mereka setelah didesak oleh faksi militer.
Sebelumnya, pada hari itu, Morales menyerukan pemilihan umum ulang untuk mengatasi tuduhan kecurangan selama pemungutan suara.
Bolivia telah terperosok dalam krisis politik menyusul dugaan manipulasi jumlah suara dalam pemilihan presiden yang digelar 20 Oktober lalu.
Morales yang telah menjabat sebagai presiden sejak 2006, kembali mengamankan posisinya di putaran pertama dengan perolehan 47,8 persen suara.
Sementara itu, Carlos Mesa, pemimpin oposisi utama dari Partai Revolutionary Left Front, bersikukuh tidak akan mengakui kemenangan Morales.